Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IKLAN ATAS JUDUL

Diagnosa Kerusakan Pada Sistem Rem ABS

Gangguan pada Rem ABS

Sistem pengereman ABS merupakan sistem rem yang sudah modern. Akan tetapi, tanpa adanya perawatan, ABS juga akan mengalami kerusakan. Apabila sistem rem ABS sudah mengalami kerusakan dan tidak segera diperbaiki, harus diganti. Biaya penggantiannya akan lebih mahal dibandingkan dengan sistem rem hidrolik atau mekanik.

Gangguan pada Rem ABS dan Penyebabnya Berikut ini gangguan dan penyebab rem ABS rusak. 

1) Gangguan rotor pada speed sensor bengkok atau kotor. Kerusakan yang paling sering adalah kotor sehingga speed sensor tertutup. 

2) Rem ABS tidak normal karena kekurangan minyak rem. Hal tersebut menyebabkan rem kemasukan angin dan unit ABS hidrolik dapat bermasalah.

3) Fungsi pada saluran atau pipa minyak rem terhambat dan mengalami kebocoran.

4) Salah satu unit ABS hidrolik mengalami masalah sehingga kinerjanya tidak maksimal.

Apabila kampas rem mengalami keausan, tidak berpengaruh pada rem ABS. Namun, hal tersebut berpengaruh pada cakram rem motor. Kampas rem sangat memengaruhi kinerja rem. Apabila pengereman tidak maksimal tetapi sistem ABS tidak masalah, coba periksa kampas remnya.

Ciri-Ciri Rem ABS Motor Rusak

Sistem ABS rusak atau bermasalah dapat diketahui dengan melihat lampu indikator ABS yang ada pada spidometer. Jika lampu indikator menyala atau berkedip ketika mesin dalam keadaan hidup, berarti rem ABS sedang bermasalah atau terganggu.

Cara lain untuk mendeteksi rem ABS sedang mengalami masalah adalah melalui tuas rem. Saat rem ABS ditekan dan ada sedikit pantulan, sistem pengereman ABS dalam keadaan baik. Apabila tidak ada pantulan dan lampu indikator menyala, rem ABS motor sedang mengalami kerusakan atau gangguan.

Mengatasi Gangguan pada Rem ABS

Apabila ada kerusakaan pada sistem rem ABS, akan muncul lampu peringatan di spidometernya. Ada dua tipe kedipan pada lampu kode ABS di spidometer, yakni kedipan panjang dan kedipan pendek. Kedipan panjang akan menunjukkan digit pertama, sedangkan kedipan pendek akan menunjukkan dua digit. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Data Diagnosa Kerusakan Pada Sistem Rem ABS

Cara pembacaanya gambar diatas sebagai berikut :
1. ketika sistem rem ABS berorerasi (kunci kontak ON) lampu indikator menyala kemudian kendaraan melaju dengan kecepatan diatas 10 KM/h lalu lampu indikator ABS mati, menunjukkan bahwa sistem rem ABS dalam kondisi “Normal”

2. ketika sistem rem ABS berorerasi (kunci kontak ON) lampu indikator menyala kemudian kendaraan melaju dengan kecepatan diatas 10 KM/h lalu lampu indikator ABS tetap menyala, menunjukkan bahwa sistem rem ABS dalam kondisi “tidak Normal”

3. ketika sistem rem ABS berorerasi (kunci kontak ON) lampu indikator menyala kemudian kendaraan melaju dengan kecepatan diatas 10 KM/h lalu lampu indikator ABS berkedip, maka menunjukkan bahwa sistem rem ABS dalam kondisi “Tidak Normal”

Ketika lampu indikator ABS berkedip maka sistem rem ABS menunjukkan bahwa kegagalan fungsi pada sistem rem ABS dapat dibaca melalui benyaknya kedipan yang ditunjukkan, berikut cara pembacaan kedipan pada sistem rem ABS


Jika ada masalah dengan ABS, Maka ABS indikator akan berkedip sebagai kode untuk menunjukkan masalah. Kedipan 1.3 detik = 10, kediapan 0.3 detik = 1

Kerusakan Rem ABS yang sering terjadi

Cara Riset atau memperbaiki sistem rem ABS, berikut langkah - langkahnya :
1. Hubungkan DLC dengan SCS short connector
2. Tarik handel rem depan atau belakang
3. Kunci kontak ON indikator ABS harus menyala selama 2 detik dan mati
4. Setelah indikator ABS Off, segera lepas handel rem
5. Setelah indikator ABS On, segera tarik handel rem
6. Setelah indikator ABS Off, segera lepas handel rem
7. Jika penghapusan kode berhasil maka indikator ABS akan berkedik 2 kali dan tetap menyala

Posting Komentar untuk "Diagnosa Kerusakan Pada Sistem Rem ABS"